Kangen, boleh nggak sech aku berucap?
Kangen, boleh nggak sech aku merasakannya?
Bisik phea dalam hati. Ami, cowok keren yang di rindukannya.
Menjadi idola semua gadis di sekelilingnya. Dari jauh phea selalu memperhatikannya, dari kebiasaanya yang mungkin tidak di lakuin gadis lain. Warna baju dan celana yang di pakai tiap hari dan seminggu ke depan yang akan di pakai Am. Tebakan dan ramalannya selalu mancur.
(” “)
Saking sering memperhatikan. Ami juga memperhatikannya.
Keduanya saling berbicara dengan bahasa kebatinan. Tak pernah sekalipun dalam jangka waktu sebulan. Semenjak Phea dan Ami tercacat sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Ternama.





